Forexcopy adalah fasilitas broker untuk memudahkan dan memfasilitasi rekan-rekan trader yang baru belajar forex atau juga yang ingin trading di forex,dengan mengkopi atau meniru trading dari trader lain.Trading dari kita akan secara otomatis mengikuti trading dari trader yang kita ikuti walaupun kita tidak menggunakan EA atau bahkan saat terminal meta trader kita dalam keadaan off.Sistem akan secara otomatis meneruskan posisi trading dari trader ke kita.

Minggu, 13 Oktober 2013

Seandainya Amerika Default / Bangkrut

Departemen Keuangan AS telah mengeluarkan peringatan akan konsekuensi default. “Bakal terjadi krisis finansial dan resesi yang menyamai 2008 bahkan bisa lebih buruk dari itu,” katanya dalam laporan terbaru.
Tapi bisakah ekonomi terbesar dunia itu berhenti membayar utangnya. Berikut ini yang terjadi ketika ketika AS tidak bisa bayar tagihan

Apa maksudnya default..?

Secara sederhana, default adalah ketika seseorang atau entitas tidak mampu mebayar kewajiban sampai waktu jatuh tempo. Misalnya, ketika seseorang tidak bisa melakukan pembayaran KPR atau kredit mobilnya.

Ketika ini terjadi pada suatu negara, ini disebut sovereign default. Ini adalah ketika negara tidak bisa bayar utangnya, yang biasanya dalam bentuk obligasi. Jadi, bila AS sampai default, berarti berhenti membayar uang ke pemegang obligasi.
Pada dasarnya, pemerintah AS itu lebih besar pasak dari pada tiang. Pembelanjaan lebih besar dari penerimaan pajak. Jadi untuk menutupinya, harus mengumpulkan uang dari investor dengan menjual obligasi (Treasury). Investor, seperti pemerintah China atau dana pensiun, mau membelinya karena obligasi AS dianggap sebagai tempat aman untuk invetasi.

Apa Konsekuensi default AS..?

Tidak ada yang tahu secara pasti apa yang kan terjadi bila AS default, tapi kemungkinan pasar keuangan dunia akan bertumbangan dan suku bunga meroket. Hal ini karena bila pemerintah AS sampai tidak bisa bayar utangnya, nilai obligasi akan jatuh. Dan yield, imbal hasil yang harus dibayar pemerintah ke investor, akan melonjak. Hal ini karena muncul persepsi bukan tempat yang aman untuk investasi lagi. Situasi itu bisa memicu bunga di seluruh dunia turut naik. Logikanya, bila di AS saja sudah tidak aman, bagaimana di tempat lain.

Bila politisi AS gagal capai kesepakatan, apakah default masih bisa dicegah..?

Menteri Keuangan Jack Lew memperingatkan bila batas utang tidak dinaikkan, departemen bakal kehabisan uang pada 17 Oktober. Tagihan tidak hanya bunga dari obligasi tapi juga jaminan sosial dan tunjangan veteran.
Ia mengatakan tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi bila atau ketika uang habis. Departemen masih bisa mendapat penerimaan dalam bentuk pajak, yang bisa digunakan untuk membayar sebagian tagihan. Hal yang paling logis, departemen akan menggunakan uang itu hanya untuk membayar bunga dari obligasi yang diterbitkannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Analitic