Nilai tukar rupiah
pada tahun 2014 dipastikan akan dijaga pada kisaran Rp10.500 hingga
Rp10.700 per dolar AS. Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo pada saat rapat Anggaran Tahunan BI (ATBI) 2014 bersama komisi XI DPR. “BI memprediksi nilai tukar
rupiah mencapai Rp10.500 hingga Rp10.700 per dolar AS,” ujar Gubernur
BI. Ia menjelaskan bahwa target tersebut didasarkan pada kinerja ekonomi
RI pada 2014 yang diprediksi semakin membaik.
“Kami yakin
kondisi global 2014 akan membaik. Kami menargetkan pertumbuhan ekonomi
Indonesia tahun itu menjadi 5,8 hingga 6,2 persen,” kata Gubernur BI.
Kendati demikian, ia juga mengingatkan bahwa arah pergerakan nilai tukar
rupiah masih rentan terhadap perkembangan ekonomi dunia.
Sementara itu,
terkait dengan pengendalian laju inflasi dan sistem keuangan pada tahun
2014, BI akan menjalankan 7 sasaran dan langkah-langkah. Sasaran dan
langkah-langkah tersebut antara lain terdiri dari memantapkan transisi
pengawasan perbankan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memperkuat
kerangka dan bauran moneter, menjaga strategi kesetabilan nilai tukar,
melakukan pendalaman pasar uang valas dan rupiah, mendorong sistem
keuangan dan makro prudensial, memperkuat sinergi BI dengan lembaga
keuangan terkait, serta menjaga implementasi jaringan nasional dan
ketersedian uang layak edar. (nic)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar