Pemerintah AS ternyata belum kehabisan uang besok meski para politisi
gagal mencapai kesepakatan sampai waktu yang ditentukan. Namun bukan
berarti Washington masih punya banyak ruang gerak juga.
Secara
jadwal, besok adalah tenggat waktu untuk menaikkan plafon utang. Inilah
waktu yang ditetapkan Gedung Putih bahwa AS tidak punya cukup uang
untuk memenuhi kewajiban hariannya. Pasar keuangan juga melihat besok
sebagai batas waktu kesepakatan bisa dicapai untuk mencegah default.
Tanpa ada deal, pasar khawatir malapetaka bakal datang.
Pemerintah mungkin kehilangan wewenang untuk bisa meminjam uang, tapi
bukan berarti langsung tidak mampu membayar tagihan. Dalam kesaksian di
hadapan Kongres minggu lalu, Menteri Keuangan Jack Lew mengatakan
departemen punya sekitar $36 miliar sampai besok. Tapi setelah itu, ia
tidak bisa janji mampu memenuhi semua kewajiban terjadwalnya.
Pemerintah memang masih punya amunisi melalui penerimaan pajak. Namun
tetap saja jumlahnya tidak mampu menutupi semua kewajiban. Alhasil,
pemerintah hanya punya beberapa hari atau minggu untuk bisa bernapas.
Tingkat pembelanjaan pemerintah AS selama 2013 adalah $13,3 miliar
per hari, sedangkan penerimaan pajak rata-rata $10,8 miliar, menurut
estimasi Capital Economics. Berarti, kekurangannya sekitar $2,5
miliar.Departemen kemungkinan akan menggunakan cadangan $36 miliarnya
untuk menutupi kekurangan itu. Dengan ini, berarti pemerintah masih
punya waktu sampai 14 hari lagi.
Namun, perhitungan itupun terlalu optimis, mengingat pendapatan
pajak berfluktuasi. Melihat jadwal pengeluaran selanjutnya, ada
kemungkinan waktunya bisa lebih singkat. Contohnya pada 23 Oktober
nanti, pemerintah harus membayar jaminan sosial sebesar $12 miliar.
Selanjutnya pemerintah harus membayar bunga $6 miliar pada 31 Oktober
dan mengucurkan lebih dari $55 miliar untuk berbagai keperluan di awal
bulan depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar