Harga emas diproyeksikan turun empat kuartal berikutnya dan mencapai
terendah empat tahun karena berkurangnya stimulus Amerika Serikat yang
membuat emas ditinggalkan sebagai safe haven.
Menurut analis emas, harga logam mulia tersebut bakal turun mencapai
rata-rata US$ 1.175 per ounce di kuartal III tahun depan atau turun 8,2%
lebih rendah dari sekarang. Perlu diketahui, proyeksi ini merupakan
penilaian dari 10 analis yang dihimpun oleh Bloomberg selama dua tahun terakhir.
Menurut analis, beberapa investor kehilangan kepercayaan terhadap emas. "
Keinginan untuk membeli emas sebagai lindung nilai terhadap konsekuensi
dari kebijakan moneter telah berkurang," kata Tom Kendall , analis
Credit Suisse Group AG kepada Bloomberg di London.
Tahun ini, harga emas sudah turun 24% menjadi US$ 1.279,43 di London,
dan emas sudah memasuki fase bearish sejak April lalu. Saat ini, harga
emas turun 33% di bawah rekor US$ 1.921,15 yang tercipta September 2011
lalu.
Jeffrey Currie , kepala komoditas Goldman Sachs Group Inc
memperkirakan, harga emas turun lebih dalam lagi, yakni bisa mencapai
harga US$ 1.050 per ounce tahun 2014. Harga emas sempat 70% Desember
2008 sampai Juni 2011 lalu setelah The sebagai Fed menyuplai dana lebih
dari US$ 2 triliun ke sistem keuangan.
Adanya suplai dana itu membuat investor khawatir kondisi mata uang
dolar AS dan inflasi di AS. Alhasil, emas menjadi lirikan sebagai tempat
lindung nilai.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar