Setelah gagal mempertahankan penguatannya akhir pekan lalu, dollar
semakin terlihat rentan akan tekanan seiring dekatnya ancaman default pemerintah AS.
Dollar gamang di tengah kekhawatiran AS terancam gagal bayar karena sampai detik ini belum ada kesepakatan untuk menghentikan shutdown dan menaikkan plafon utang. Di minggu inilah batas utang akan dicapai, dan bila sampai gagal dinaikkan, konsekuensinya pemerintah AS akan kesulitan membayar kewajiban.
Bila batas utang tidak dinaikkan sampai 17 Oktober nanti, AS bisa default. Banyak kalangan yang memperingatkan bila AS sampai default bisa memicu gejolak besar di pasar keuangan dunia. Apalagi bila sampai kondisinya dibiarkan sampai berminggu-minggu, AS bisa kembali terjerumus ke resesi. Selama shutdown per minggu saja, pertumbuhan ekonomi AS berkurang sebesar 0,5%.
Negosiasi senat untuk menghentikan krisis fiskal menunjukkan kemajuan kemarin, tapi belum ada jaminan shutdown bisa berakhir atau default bisa dihindari. Optimisme yang muncul Jumat lalu, setelah datang berita soal kenaikan batas utang sementara, ternyata tidak berlangsung lama. Menggarisbawahi urgensi adanya kesepakatan, Senat dan DPR dijadwalkan sidang malam nanti, meski jatuh di saat libur nasional Columbus Day.
Di tengah ketidakpastian yang semakin tinggi, dollar mencoba bertahan. Situasi ini juga mendorong permintaan akan yen, yang menjadi safe haven alternatif. Namun, dengan tutupnya pasar Jepang dan AS hari ini, aktivitas pasar diperkirakan lesu. Indeks dollar berada di 80,33 hari ini setelah melemah 0,1% akhir pekan lalu. Koreksi ini terjadi setelah indeks itu gagal menembus MA 25-nya. Atas yen, dollar diperdagangkan di 98,24 setelah menguat 0,3% akhir pekan lalu. Terhadap franc, dollar diperdagangkan di 0,9097.
Dollar gamang di tengah kekhawatiran AS terancam gagal bayar karena sampai detik ini belum ada kesepakatan untuk menghentikan shutdown dan menaikkan plafon utang. Di minggu inilah batas utang akan dicapai, dan bila sampai gagal dinaikkan, konsekuensinya pemerintah AS akan kesulitan membayar kewajiban.
Bila batas utang tidak dinaikkan sampai 17 Oktober nanti, AS bisa default. Banyak kalangan yang memperingatkan bila AS sampai default bisa memicu gejolak besar di pasar keuangan dunia. Apalagi bila sampai kondisinya dibiarkan sampai berminggu-minggu, AS bisa kembali terjerumus ke resesi. Selama shutdown per minggu saja, pertumbuhan ekonomi AS berkurang sebesar 0,5%.
Negosiasi senat untuk menghentikan krisis fiskal menunjukkan kemajuan kemarin, tapi belum ada jaminan shutdown bisa berakhir atau default bisa dihindari. Optimisme yang muncul Jumat lalu, setelah datang berita soal kenaikan batas utang sementara, ternyata tidak berlangsung lama. Menggarisbawahi urgensi adanya kesepakatan, Senat dan DPR dijadwalkan sidang malam nanti, meski jatuh di saat libur nasional Columbus Day.
Di tengah ketidakpastian yang semakin tinggi, dollar mencoba bertahan. Situasi ini juga mendorong permintaan akan yen, yang menjadi safe haven alternatif. Namun, dengan tutupnya pasar Jepang dan AS hari ini, aktivitas pasar diperkirakan lesu. Indeks dollar berada di 80,33 hari ini setelah melemah 0,1% akhir pekan lalu. Koreksi ini terjadi setelah indeks itu gagal menembus MA 25-nya. Atas yen, dollar diperdagangkan di 98,24 setelah menguat 0,3% akhir pekan lalu. Terhadap franc, dollar diperdagangkan di 0,9097.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar