Emas menanti penguatan mingguan pada pekan ini, setelah mengalami
penurunan selama 3 minggu beruntun. Pudarnya ketegangan di Suriah
setelah AS menyetujui proposal dari Rusia yang meminta Suriah untuk
menyerahkan persediaan senjata kimia yang dimiliki untuk menghindari
serangan militer AS ke Suriah mengakibatkan berkurangnya permintaan
terhadap safe haven.
Selain itu spekulasi sebelumnya yang menyebutkan Federal Reserve akan
mengurangi stimulus moneter sebesar $10 miliar menjadi $75 miliar per
bulan juga turut menekan emas, Stimulus moneter yang diberikan oleh Federal Reserve sebelumnya memicu rally panjang emas.
Berbeda dengan spekulasi yang beredarm Federal Reserve justru membuat
kejutan dengan mempertahankan tetap mempertahankan program stimulus
moneternya. Chairman Federal Reserve, Ben Bernanke, anggota FOMC ingin
melihat perkembangan ekonomi lebih lanjut sebelum mengurangi stimulus,
kepastian pengurangan stimulus akan tergantung pada data ekonomi AS.
Bernanke juga menambahkan pasar tenaga kerja masih jauh dari apa yang
ingin dilihat The Fed untuk dapat mengurangi stimulus.
Selain itu bank sentral AS juga memangkas proyeksi pertumbuhan
ekonomi AS dari 2,3% - 2,6% menjadi 2,0% - 2,3% untuk tahun ini. Akibat
dari keputusan yang mengejutkan tersebut dollar
anjlok tajam, sementara emas menguat tajam. Emas saat ini
diperdagangkan pada kisaran $1.362,75 per troy ons, dengan level
tertinggi harian $1.368,24 dan terendah $1.361,65. (pap)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar