Nomura Holdings Inc., prediktor paling akurat untuk yen, memperkirakan adanya pelemahan sebesar 10% menuju level 120 per dollar seiring defisit perdagangan yang perkepanjangan dan yield yang tidak menarik. Yield obligasi 2 tahunan AS memberikan yield tambahan sebanyak 52 basis poin pada tanggal 24 September lalu, level tertinggi sejak April 2011. Gap tersebut mejadi 40 basis poin kemarin. Korelasi antara spread yield tersebut dan nilai tukar dollar-yen naik ke level tertinggi 6 bulan pekan lalu seiring mata uang Jepang terdepresiasi menembus level 110 untuk pertama kalinya sejak Agustus 2008.
info valas | info emas | investasi online | instrumen investasi | jasa manage account | jasa copy trading | artikel investasi | Artikel Forex.
Forexcopy adalah fasilitas broker untuk memudahkan dan memfasilitasi rekan-rekan trader yang baru belajar forex atau juga yang ingin trading di forex,dengan mengkopi atau meniru trading dari trader lain.Trading dari kita akan secara otomatis mengikuti trading dari trader yang kita ikuti walaupun kita tidak menggunakan EA atau bahkan saat terminal meta trader kita dalam keadaan off.Sistem akan secara otomatis meneruskan posisi trading dari trader ke kita.
Jumat, 17 Oktober 2014
JP MORGAN PERKIRAKAN DOLLAR AKAN LANJUT MELEMAH VS YEN
Dollar memiliki resiko tinggi untuk melemah terhadap yen dan menambah pelemahan terbesarnya dalam 6 bulan, menurut JPMorgan Chase & Co., dengan pasar global dirasuki oleh kecemasan melambatnya tingkat pertumbuhan dan inflasi. Indeks dollar spot mengalami penurunan seiring trader mendorong mundur ekspektasi untuk kenaikan suku bunga pertama kalinya oleh Federal Reserve hingga Desember 2015, setelah pada awal bulan ini kenaikan diperkirakan terjadi di bulan Juli.
PENURUNAN OBLIGASI SERET EURO
Euro pada perdangan kemarin berhasil menguat terhadap dollar setelah data ekonomi AS yang dirilis lebih rendah dari estimasi, namun hari ini mata uang 18 negara tersebut berbalik akibat anjloknya obligasi di kawasan tersebut.
Aksi jual obligasi tersebut menyebabkan meningkatkan spekulasi European Central Bank akan memberikan stimulus tambahan yang dapat menurunkan nilai tukar mata uang untuk meredam gejolak di pasar obligasi. Presiden ECB, Mario Draghi, pada 11 Oktober lalu mengatakan bank sentral lebih lanjut akan menggunakan instrumen kebijakan moneter yang tidak konvensional jika dibutuhkan.
Langganan:
Komentar (Atom)

